KATARAK TRAUMATIK PDF

Kekeruhan lensa disebut juga dengan katarak. Asal kata ini mungkin sekali karena pasien katarak seakan-akan melihat sesuatu seperti tertutup oleh air terjun di depan matanya. Based on a work at http: Teknik ini diketahui secara teoritis mengurangi angka kejadian cedera saraf optik dan efek samping pada SSP dari injeksi tidak sengaja pada intradural. Selain itu, dengan menggunakan retinoskopi atau oftalmoskopi langsung, akan ditemui perbedaan area refleks merah yang jelas terlihat dan tidak terlalu t erlalu jelas. Jangan lupa melakukan tes Anel.

Author:Kigalkis Tozil
Country:Antigua & Barbuda
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):24 May 2008
Pages:107
PDF File Size:4.50 Mb
ePub File Size:20.35 Mb
ISBN:400-5-20959-973-8
Downloads:54090
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Meztishicage



Katarak traumatik biasanya terjadi bertahun-tahun setelah cedera atau trauma pada mata Pengertian katarak traumatik Sesuai namanya, katarak traumatik adalah jenis katarak yang terjadi akibat cedera atau trauma pada mata. Pada umumnya, katarak terjadi pada kalangan lanjut usia lansia dan muncul secara perlahan-lahan sampai akhirnya mengganggu penglihatan. Sementara pada katarak traumatik, karatak dapat terjadi pada usia berapa saja.

Katarak yang terjadi pada penuaan bermula ketika zat protein dalam mata membentuk gumpalan yang lama-kelamaan menghalangi pandangan mata. Berbeda dengan katarak akibat penuaan, katarak traumatik terjadi akibat pecahnya kapsul lensa akibat trauma. Katarak traumatik merupakan salah satu penyebab kebutaan setelah trauma pada mata.

Tanda dan gejala katarak traumatik Gejala katarak traumatik sama dengan gejala katarak pada umumnya. Keluhan ini meliputi: Terlihat putih pada bagian tengah mata Sulit melihat pada malam hari Tidak jelas dalam menginterpretasikan warna Mata yang lebih sensitif terhadap cahaya Kerap melihat lingkaran cahaya seperti halo saat melihat cahaya, misalnya lampu Pandangan ganda pada mata yang mengalami katarak Berulang kali merasa tidak cocok dengan kacamata yang telah dipakai.

Biasanya, katarak traumatik hanya terjadi pada satu sisi mata yang mengalami trauma. Ini menyebabkan penderita kesulitan melihat karena satu matanya dapat melihat dengan jelas, sedangkan penglihatan mata sebelahnya kabur. Robekan retina merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan secepat mungkin.

Penyebab katarak traumatik Penyebab katarak traumatik meliputi: Trauma tumpul pada bola mata, misalnya mengalami pukulan pada area mata Trauma tajam atau trauma tusukan pada mata, contohnya mata yang tertusuk paku atau benda tajam lainnya Benda asing kecil yang masuk sampai ke lensa mata Zat kimia yang masuk ke mata Cedera akibat sengatan listrik serta radiasi pada mata Diagnosis katarak traumatik Ketika pasien pertama kali datang ke rumah sakit atau klinik akibat trauma pada mata, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu.

Langkah ini juga untuk memastikan tidak ada keadaan yang membahayakan jiwa pasien. Setelahnya, dokter akan melakukan evaluasi dan penanganan yang menyeluruh.

Diagnosis katarak traumatik bisa ditentukan berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya: Tanya jawab Seperti biasa, dokter akan memulai proses diagnosis dengan menanyakan seputar mekanisme terjadinya trauma mata. Pemeriksaan fisik Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan visus atau ketajaman penglihatan mata.

Tes ini menggunakan diagram Snellen Snellen chart. Dalam pemeriksaan ketajaman penglihatan, pasien akan diminta duduk sejauh 6 meter dari diagram Snellen. Dokter kemudian meminta Anda untuk menyebutkan huruf, angka, atau gambar yang ditunjuk oleh dokter.

Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh pada bagian luar mata. Bius lokal mungkin diberikan bila Anda tidak dapat membuka mata karena nyeri. Kemudian, dokter memeriksa pergerakan bola mata dengan menyuruh Anda menggerakkan mata mengikuti benda.

Lalu dokter mengecek pupil dengan menyinari mata Anda memakai senter kecil. Langkah ini bertujuan mengevaluasi trauma pada bola mata dan ada tidaknya tulang mata yang patah, serta mendeteksi benda asing dalam mata. Dokter dapat mengevaluasi kondisi kornea , iris, lensa, serta ruangan antara selaput bening dan pelangi.

Pertama, dokter akan meneteskan tetes mata untuk memperbesar ukuran pupil mata agar bisa melihat retina mata Anda. Setelah dokter yakin bahwa tidak ada hal serius pada cedera sesius pada mata Anda, Anda biasanya boleh pulang. Namun bila setelah beberapa waktu terjadi trauma, Anda merasakan gejala katarak, Anda dapat kembali memeriksakan mata ke dokter mata. Penggunaan kacamata dapat memperbaiki penglihatan Anda untuk sementara waktu. Namun bila katarak traumatik telah berkembang dan mengganggu penglihatan Anda secara serius, dokter akan menganjurkan operasi katarak.

GRIVA NASH SOFER PDF

KATARAK TRAUMATIK PDF

Katarak traumatik biasanya terjadi bertahun-tahun setelah cedera atau trauma pada mata Pengertian katarak traumatik Sesuai namanya, katarak traumatik adalah jenis katarak yang terjadi akibat cedera atau trauma pada mata. Pada umumnya, katarak terjadi pada kalangan lanjut usia lansia dan muncul secara perlahan-lahan sampai akhirnya mengganggu penglihatan. Sementara pada katarak traumatik, karatak dapat terjadi pada usia berapa saja. Katarak yang terjadi pada penuaan bermula ketika zat protein dalam mata membentuk gumpalan yang lama-kelamaan menghalangi pandangan mata. Berbeda dengan katarak akibat penuaan, katarak traumatik terjadi akibat pecahnya kapsul lensa akibat trauma. Katarak traumatik merupakan salah satu penyebab kebutaan setelah trauma pada mata.

DA PAM 710-2-1 UNIT SUPPLY SYSTEM PDF

katarak traumatik

Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan Diagnosis katarak Untuk menentukan diagnosis katarak, dokter akan melihat riwayat kesehatan dan gejala yang muncul, serta melakukan pemeriksaan mata. Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan dokter adalah: Tes ketajaman visual. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur seberapa baik seseorang dapat membaca serangkaian huruf pada sebuah bagan. Mata akan diuji satu per satu, sementara mata yang lain yang tidak diperiksa akan ditutup. Dengan menggunakan grafik atau alat penampil dengan huruf yang semakin kecil, dokter akan menentukan apakah seseorang memiliki penglihatan yang baik atau menunjukkan ada tanda-tanda gangguan.

Related Articles