ETIKOLEGAL KEBIDANAN PDF

Sewaktu dilakukan anamnese dia menyatakan tidak mau di episiotomi. Ternyata selama kala II kemajuan kala II berlangsung lambat, perineum masih tebal dan kaku. Keadaan ini di jelaskan kepada ibu oleh bidan, tetapi ibu tetap pada pendiriannya menolak di episiotomi. Sementara waktu berjalan terus dan denyut jatung janin menunjukan keadaan fetal distres dan hal ini mengharuskan bidan untuk melakukan tindakan episiotomi, tetapi ibu tetap tidak menyetujuinya. Bidan berharap bayinya selamat, sementara itu ada bidan yang memberitahukan bahwa dia pernah melakukan hal ini tanpa persetujuan pasien, maka bidan akan di hadapkan pada suatu tuntutan dari pasien.

Author:Akinojora Tojanos
Country:Italy
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):15 May 2005
Pages:244
PDF File Size:19.69 Mb
ePub File Size:16.77 Mb
ISBN:951-6-61461-816-4
Downloads:67231
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kigrel



Seiring dengan perkembangan IPTEK yang demikian cepat, meningkat pula pengetahuan masyarakat yang berakibat terhadap semakin tingginya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan.

Selain itu, kesadaran masyarakat akan hukum dan haknya dalam menerima pelayanan kesehatan semakin menuntut bidan untuk meningkatkan kemampuannya dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada masyarakat.

Hal ini merupakan tantangan bagi profesi kebidanan dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas. Bidan dituntut agar lebih berhati — hati dan bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan sehingga bisa meningkatkan profesionalisme bidan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kualitas pelayanan yang baik diperlukan landasan komitmen yang kuat berdasarkan pada etika, moral dan hukum yang berlaku di Indonesia. Sikap yang etis profesional bidan akan tercermin dalam setiap langkahnya dalam memberikan pelayanan kebidanan termasuk performance bidan serta dalam pengambilan keputusan sesuai situasi dan kondisi yang ada.

Konsep Kode Etik Moral Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat global diperlukan suatu sistem yang mampu meregulasi bagaimana seharusnya manusi bergaul. Dengan adanya sistem tersebut, diharapkan agar setiap manusia bisa saling menghormati, menghargai hak, mengerti kewajiban, satu dengan yang lain. Sistem tersebut dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, etika. Dia harus mampu memberikan supervisi, asuhan dan memberikan nasehat yang dibutuhkan kepada wanita selama masa hamil, persalinan dan masa pasca persalinan post partum period , memimpin persalinan atas tanggung jawabnya sendiri serta asuhan pada bayi baru lahir dan anak.

Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Perilaku adalah respon individu terhadap stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari ataupun tidak. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik dan buruk sikap dan perilaku manusia.

Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain. Sehingga juga dapat disimpulkan bahwa etika mengandung 3 pengertian pokok yaitu 1 Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral, 2 Kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, 3 Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat DepDikbud, Teori ini menekankan pada perbuatan yang menghasilkan manfaat, tentu bukan sembarang manfaat tetapi manfaat yang banyak memberikan kebahagiaan kepada banyak orang.

Teori ini sebelum melakukan perbuatan harus sudah memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu. Namun keduanya bertujuan untuk menyelamatkan ibu dan bayinya. Setiap orang mempunyai skala prioritas yang berbeda, sehingga jika mengukur manfaat terhadap sesuatu hal, pendapat orang akan berbeda. Manusia secara intuisi akan mementingkan manfaat bagi dirinya sendiri dulu sebelum memikirkan manfaat buat keluarganya.

Teori ini menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas pelaksanaan kewajiban, jadi selama melakukan kewajiban sudah melakukan kebaikan. Teori ini tidak terpatok pada konsekuensi perbuatan dengan kata lain teori ini melaksanakan terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. Teori ini bersifat pasti dan tegas. Ukurannya adalah hati nurani individu yang bersangkutan.

Semua tindakan yang dilakukan oleh individu harus berdasarkan perintah Tuhan. Pendekatan ini berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip — prinsip tersebut antara lain autonomy, informed concent, alokasi sumber — sumber, dan eutanasia. Tenaga kesehatan diharapkan mengikuti paham deontology karena paham ini sejalan dengan kemanusiaan.

Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi prilaku. Istilah Etika juga mengandung tiga pengertian K. Menurut Shirley R.

Jones , etika terbagi dlm 3 bagian : 1 Meta — Ethics Ethics merupakan bentuk filsafah moral yang paling abstrak, mencakup pemikiran moral manusia mengenai suatu kejadian. Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan — kemungkinan etis yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan seringkali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis.

Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis tindakan manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Etika adalah acuan dasar bagi bidan dalam menjalankan profesinya baik yang berkaitan dengan pemakaian teknologi kebidanan maupun pengetahuan kebidanan. Seringkali bidan dihadapkan pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan.

Bidan memberi asuhan kebidanan pada individu, keluarga dan masyarakat, menerima tanggungjawab untuk membuat keadaan lingkungan fisik, sosial dan spiritual yang memungkinkan untuk melayani klien sesuai kebutuhan dan menekankan pencegahan komplikasi kebidanan serta memberikan pendidikan kesehatan.

Dari pengertian di atas, etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip — prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar, yaitu baik dan buruk serta kewajiban dan tanggung jawab. Pemikiran tersebut merupakan respons si dosen setelah ia melihat perbuatan mahasiswinya meta-ethics.

Ia mengetahui bahwa perbuatan mahasiswa itu salah. Namun tindakan apa yang paling tepat ia lakukan untuk menyadarkan bahwa perbuatan mahasiswa tersebut salah dan membuat mahasiswa jera sehingga tidak akan mengulanginya lagi. Lebih lanjut, bioetika difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum, dan theology. Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etika pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia.

Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan kesehatan. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat sia-sia.

Etika keperawatan dapat diartikan sebagai filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari pelaksanaan praktek keperawatan. Inti falsafah keperawatan adalah hak dan martabat manusia, sedangkan fokus etika keperawatan adalah sifat manusia yang unik.

Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.

Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain.

Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan.

Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang perawat untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya kepada pasien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan.

Oleh karena itu pertanggungjawaban atas hasil asuhan kebidanan mengarah langsung pada praktik itu sendiri. Etiket berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal.

Etiket tidak berlaku bila seorang manusia hidup sendiri misalnya hidup di sebuah pulau terpencil atau di tengah hutan. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi, seperti cara berpakaian tata busana , cara duduk, cara bersalaman, cara berbicara, dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi.

Definisi etiket menurut para pakar ada beberapa pengertian, yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. Justru karena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan. Perbedaan Etika dan Etiket adalah: Etika Etiket 1. Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu 2.

Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja 1. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika member norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain.

Etika jauh lebih absolut. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah rentang nilai — nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku personal. Kata mores dipakai oleh banyak bahasa masih dalam arti yang sama, termasuk bahasa indonesia. Dari sinilah kita dapat mengartikan norma sebagai pedoman, ukuran, aturan atau kebiasaan.

Jadi norma ialah sesuatu yang dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu perbuatan.

ASTM E164 PDF

ETIKOLEGAL KEBIDANAN PDF

Kode Etik Profesi Bidan Kewajiban bidan terhadap pemerinytah nusa, bangsa dan tanah air a. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada p Peran Bidan Sebagai Pelaksana Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan.

TC HELICON VOICELIVE 2 MANUAL PDF

Kita dapat mengetahui bahwa apa saja tentang Bidan sebagai Profesi tersebut. Nilai-nilai pancasila adalah nilai moral. Oleh karena itu, nilai pancasila juga dapat diwujudkan kedalam norma-norma moral etik. Norma-norma etik tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila memegang peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini. Disetiap saat dan dimana saja kita berada kita diwajibkan untuk beretika disetiap tingkah laku kita. Ada beberapa macam hak, antara lain hak legal dan moral.

UNDERSTANDING ARGUMENTS AN INTRODUCTION TO INFORMAL LOGIC 8TH EDITION PDF

Objektif Prilaku Siswa :Setelah membaca handout ini mahasiswa dapat : Menjelaskan definisi kode etik dengan benar. Menguraikan penetapan kode etik dengan benar. Jones,,ethics in midwifery, Mosby Tutu A suseno dkk. Etika merupakan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul.

Related Articles